{"id":1232,"date":"2021-10-01T00:00:00","date_gmt":"2021-10-01T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/index.php\/2021\/10\/01\/ac-anda-menyala-non-stop-selama-dirumah-wfh\/"},"modified":"2026-05-05T05:24:38","modified_gmt":"2026-05-05T05:24:38","slug":"ac-anda-menyala-non-stop-selama-dirumah-wfh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/ac-anda-menyala-non-stop-selama-dirumah-wfh\/","title":{"rendered":"AC Anda Menyala Non-Stop Selama #dirumah #WFH?"},"content":{"rendered":"\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ILLUSTRASI-PASANG-AC-INDOOR-01-03-scaled.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n<p>Pemakaian AC terus menerus, bahkan Non-Stop tentunya membuat listrik menjadi membengkak. Ditambah lagi dimasa<br \/>pandemi Covid-19 ini yang mewajibkan kita untuk #dirumah dan #wfh. Jangan khawatir karena kami punya tips nya untuk<br \/>Anda. Silahkan baca tips berikut dengan seksama, ya.<\/p>\n<p>1. Jangan set AC mu dengan suhu rendah dan fan tinggi, kompresor akan bekerja keras yang menyebabkan diperlukan<br \/>energi listrik lebih. Suhu AC baiknya disetel dengan suhu minimal 22-24 derajat. Nyalakan AC 15 menit sebelum pakai<br \/>ruangan.<\/p>\n<p>2. Tutup jendela dan jangan sering buka-tutup pintu ketika AC menyala agar suhu tetap stabil. Dengan begitu,<br \/>kompresor AC tidak perlu kembali bekerja untuk menurunkan suhu. Gunakan juga kapastias AC yang sesuai dengan<br \/>luas ruangan.<\/p>\n<p>3. Setel mode AC SLEEP&#8217; saat tidur malam hari. Dengan mode ini, kecepatan kipas AC akan menurun sesuai kinerjanya<br \/>ketika suhu ruangan sudah sesuai. Penggunaan listrik jadi lebih hemat.<\/p>\n<p>4. Jangan terburu-buru Turn On AC ketika AC Turn OFF atau tidak sengaja OFF. Tunggu 5-10 menit sebelum<br \/>menyalakan kembali, ya. Supaya energi yang terpakai tidak besar. Umur AC juga akan lebih panjang.<\/p>\n<p>5. Gunakan AC INVERTER. Teknologi Inverter membuat tidak adanya hidup-mati kompresor. Pemakaian listrik bisa<br \/>lebih hemat dibandingan penggunaan AC Non-lnverter.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemakaian AC terus menerus, bahkan Non-Stop tentunya membuat listrik menjadi membengkak. Ditambah lagi dimasa<br \/>\npandemi Covid-19 ini yang mewajibkan kita untuk #dirumah dan #wfh. Jangan khawatir karena kami punya tips nya untuk<br \/>\nAnda. Silahkan baca tips berikut dengan seksama, ya.<\/p>\n<p>1. Jangan set AC mu dengan suhu rendah dan fan tinggi, kompresor akan bekerja keras yang menyebabkan diperlukan<br \/>\nenergi listrik lebih. Suhu AC baiknya disetel dengan suhu minimal 22-24 derajat. Nyalakan AC 15 menit sebelum pakai<br \/>\nruangan.<\/p>\n<p>2. Tutup jendela dan jangan sering buka-tutup pintu ketika AC menyala agar suhu tetap stabil. Dengan begitu,<br \/>\nkompresor AC tidak perlu kembali bekerja untuk menurunkan suhu. Gunakan juga kapastias AC yang sesuai dengan<br \/>\nluas ruangan.<\/p>\n<p>3. Setel mode AC SLEEP&#8217; saat tidur malam hari. Dengan mode ini, kecepatan kipas AC akan menurun sesuai kinerjanya<br \/>\nketika suhu ruangan sudah sesuai. Penggunaan listrik jadi lebih hemat.<\/p>\n<p>4. Jangan terburu-buru Turn On AC ketika AC Turn OFF atau tidak sengaja OFF. Tunggu 5-10 menit sebelum<br \/>\nmenyalakan kembali, ya. Supaya energi yang terpakai tidak besar. Umur AC juga akan lebih panjang.<\/p>\n<p>5. Gunakan AC INVERTER. Teknologi Inverter membuat tidak adanya hidup-mati kompresor. Pemakaian listrik bisa<br \/>\nlebih hemat dibandingan penggunaan AC Non-lnverter.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[111,1],"tags":[113,114],"class_list":["post-1232","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-uncategorized","tag-image","tag-post"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1232"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1234,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1232\/revisions\/1234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}