{"id":1277,"date":"2021-10-05T00:00:00","date_gmt":"2021-10-05T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/index.php\/2021\/10\/05\/perbedaan-refrigerant-freon-r32-r22-dan-r410a\/"},"modified":"2026-05-05T05:25:40","modified_gmt":"2026-05-05T05:25:40","slug":"perbedaan-refrigerant-freon-r32-r22-dan-r410a","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/perbedaan-refrigerant-freon-r32-r22-dan-r410a\/","title":{"rendered":"Perbedaan Refrigerant Freon R32 R22 dan R410a"},"content":{"rendered":"\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ILLUSTRASI-PASANG-AC-INDOOR-11-scaled.jpg\" alt=\"Perbedaan Refrigerant Freon R32 R22 dan R410A\nApakah kalian sudah mengetahui bahwa refrigerant atau freon R22 di larang di Indonesia ? Sebagaimana peraturan pemerintah\nmelalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan (41\/M-IND\/PER\/5\/2014), kemudian (40M-DAG\/PER\/7\/2014) dan (55\/M-\nDAG\/PER\/9\/2014) bahwa pada tahun 2015 akan mulai berlaku implementasi HPMP (HCFC atau Hidroklorofluoro Karbon Phase-Out\nManagement Plan).\nPada aturan tersebut juga di tulis untuk penghapusan HCFC-22 yang biasa di kenal dengan Freon R22 pada sektor refrigerasi Air\nConditioner. Syarat dan ketentuan impor BPO (Bahan Perusak Ozone) dan larangan impor produk yang mengandung Freon R22.\nItu artinya, semua pabrikan AC di Indonesia DILARANG memproduksi, meng-import atau menjual AC yang masih menggunakan\nFreon R22 mulai Januari 2015. Namun pihak Dealer atau Toko masih boleh menjual semua stok produk mereka sampai habis.\nSedangkan untuk keperluan service perawatan, freon R22 masih boleh di gunakan sampai tahun 2030, dimana pada tahun\ntersebut pemerintah menetapkan penghapusan freon R22 di Indonesia.\nDari teman-teman mungkin ada yang bertanya seperti ini\n\u201cJika freon R22 di hapus, lalu apa sebagai gantinya ? Lalu bagaimana nasib kami\nyang masih memiliki AC freon R22?\u201d\nSebagai gantinya, mulai tahun 2015 kemaren pabrikan AC di Indonesia menggunakan 3 jenis freon. Yaitu, Refrigerant atau Freon\nR32, R410A dan R290.\nRefrigerant R32 ditemukan oleh Daikin Jepang pada tahun 2012, dan mulai di gunakan di line-up AC mulai Tahun 2013. Jadi,\nsemua pabrikan AC Jepang lain menggunakan freon R32 hanya me-lisensi dari Daikin.\nRefrigerant R410A yaitu khusus untuk AC yang menggunakan Technology Inverter, Daikin juga yang menemukan pertama\nkali Technology Inverter, dan Daikin me-lisensi agar dapat digunakan ke semua brand AC di Dunia.\nDan bagi kalian yang masih memiliki AC dengan freon R22 jangan khawatir, karena sampai saat ini untuk isi \/ tambah freon R22\nmasih dijual dan beredar dipasaran, hanya saja harganya relatif lebih tinggi dari biasanya, disebabkan karena freon R22 semakin\nlama semakin langka. Dengan demikian nantinya semua akan berpindah ke Freon ke R410a dan R32.\nBaca Juga : Perbedaan AC Inverter Low watt dan AC Non Inverter AC biasa\n\u201cBolehkah Freon R22 di Campur dengan R32 atau R410A ?&quot;\nRefrigerant atau freon R22, freon R32 dan R410A TIDAK KOMPATIBEL satu dengan lainnya. Jadi, freon tidak boleh di campur\natau di ganti jenisnya.\nJadi, apabila freon AC habis karena kebocoran atau alasan apapun, tetap harus diisi ulang dengan tipe freon bawaan ACnya.\nTIDAK BOLEH DICAMPUR DENGAN JENIS FREON LAINNYA.\n \"\/><\/figure>\n<p>Perbedaan Refrigerant Freon R32 R22 dan R410A<\/p>\n<p>Apakah kalian sudah mengetahui bahwa refrigerant atau freon R22 di larang di Indonesia ? Sebagaimana peraturan pemerintah<br \/>melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan (41\/M-IND\/PER\/5\/2014), kemudian (40M-DAG\/PER\/7\/2014) dan (55\/M-<br \/>DAG\/PER\/9\/2014) bahwa pada tahun 2015 akan mulai berlaku implementasi HPMP (HCFC atau Hidroklorofluoro Karbon Phase-Out<br \/>Management Plan).<\/p>\n<p>Pada aturan tersebut juga di tulis untuk penghapusan HCFC-22 yang biasa di kenal dengan Freon R22 pada sektor refrigerasi Air<br \/>Conditioner. Syarat dan ketentuan impor BPO (Bahan Perusak Ozone) dan larangan impor produk yang mengandung Freon R22.<\/p>\n<p>Itu artinya, semua pabrikan AC di Indonesia DILARANG memproduksi, meng-import atau menjual AC yang masih menggunakan<br \/>Freon R22 mulai Januari 2015. Namun pihak Dealer atau Toko masih boleh menjual semua stok produk mereka sampai habis.<br \/>Sedangkan untuk keperluan service perawatan, freon R22 masih boleh di gunakan sampai tahun 2030, dimana pada tahun<br \/>tersebut pemerintah menetapkan penghapusan freon R22 di Indonesia.<\/p>\n<p>Dari teman-teman mungkin ada yang bertanya seperti ini<\/p>\n<p>\u201cJika freon R22 di hapus, lalu apa sebagai gantinya ? Lalu bagaimana nasib kami<br \/>yang masih memiliki AC freon R22?\u201d<\/p>\n<p>Sebagai gantinya, mulai tahun 2015 kemaren pabrikan AC di Indonesia menggunakan 3 jenis freon. Yaitu, Refrigerant atau Freon<br \/>R32, R410A dan R290.<\/p>\n<p>Refrigerant R32 ditemukan oleh Daikin Jepang pada tahun 2012, dan mulai di gunakan di line-up AC mulai Tahun 2013. Jadi,<br \/>semua pabrikan AC Jepang lain menggunakan freon R32 hanya me-lisensi dari Daikin.<\/p>\n<p>Refrigerant R410A yaitu khusus untuk AC yang menggunakan Technology Inverter, Daikin juga yang menemukan pertama<br \/>kali Technology Inverter, dan Daikin me-lisensi agar dapat digunakan ke semua brand AC di Dunia.<\/p>\n<p>Dan bagi kalian yang masih memiliki AC dengan freon R22 jangan khawatir, karena sampai saat ini untuk isi \/ tambah freon R22<br \/>masih dijual dan beredar dipasaran, hanya saja harganya relatif lebih tinggi dari biasanya, disebabkan karena freon R22 semakin<br \/>lama semakin langka. Dengan demikian nantinya semua akan berpindah ke Freon ke R410a dan R32.<\/p>\n<p>Baca Juga : Perbedaan AC Inverter Low watt dan AC Non Inverter AC biasa<\/p>\n<p>\u201cBolehkah Freon R22 di Campur dengan R32 atau R410A ?&#8221;<\/p>\n<p>Refrigerant atau freon R22, freon R32 dan R410A TIDAK KOMPATIBEL satu dengan lainnya. Jadi, freon tidak boleh di campur<br \/>atau di ganti jenisnya.<\/p>\n<p>Jadi, apabila freon AC habis karena kebocoran atau alasan apapun, tetap harus diisi ulang dengan tipe freon bawaan ACnya.<br \/>TIDAK BOLEH DICAMPUR DENGAN JENIS FREON LAINNYA.<\/p>\n<p><br \/> <\/p>\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"904\" height=\"298\" src=\"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rr.png\" alt=\"\" loading=\"lazy\" srcset=\"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rr.png 904w, https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rr-300x99.png 300w, https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rr-768x253.png 768w, https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rr-1x1-1.png 1w, https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rr-10x3-1.png 10w, https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/rr-600x198.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n\t\t<p>Keterangan :<\/p>\n<p>\u00bb ODP adalah Ozone Depletion Potential alias Potensi Perusakan Ozone<br \/>\u00bb GWP adalah Global Warming Potential alias Potensi Pemanasan Global<br \/>\u00bb Cooling Index adalah Angka Index kedinginan<\/p>\n<p>\u00bb Flammability adalah Tingkat Mudah Terbakar Freonnya.<\/p>\n<p>Dari tabel di atas kita bisa melihat beberapa perbedaan, yaitu :<\/p>\n<p>1. Freon R32 memiliki angka index dingin yang JAUH LEBIH TINGGI dibandingkan dengan tipe jenis freon lainnya.<\/p>\n<p>2. Freon R32 lebih ramah lingkungan dibandingkan R410A sekalipun memiliki GWP yang lebih rendah dibandingkan dengan<br \/>freon R410A dan freon R22.<\/p>\n<p>3. Freon R32 memang meiliki potensi mudah terbakar, tetapi Anda jangan takut, karena tidak dapat membuat AC meledak<br \/>bahkan ketika rumah Anda terbakar. (sudah pernah dites kebenarannya dan diuji di workshop daikin bahwa tidak berbahaya)<br \/>4. Freon R290 sebenarnya adalah yang paling HIJAU. Namun, angka index dingin yang cukup rendah dan tingkat mudah<br \/>terbakar yang tinggi. Banyak brand AC yang memutuskan tidak menggunakan freon ini.<\/p>\n<p>Baca Juga : Isi Ulang Freon atau Tambah Freon AC Perlu gak sih? dan Rahasia dan trik-trik Teknisi AC yang dipendam<br \/>Selama puluhan Tahun<\/p>\n<p>Sudah cukup jelas dong perbedaan freon R32, R410A, dan R22.<br \/>Dengan melihat tabel di atas tentunya Anda tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan AC yang menggunakan freon R32.<\/p>\n<p>Mau AC yang menggunakan freon R32 atau R410A (inverter), tergantung budget Anda dan kesukaan masing-masing konsumen.<br \/>Daikin Inverter Hemat banget Listriknya. List Harga Daikin Inverter Smile Curve R32, List Harga Daikin High-Inverter R32, List<br \/>Harga Daikin Standart Thailand R410a, List Harga Daikin Standart Deluxe R32.<\/p>\n<p>kalau untuk AC kami saranin yang penting service perawatan rutin 3bulan sekali, supaya AC Anda tetap terjaga kinerjanya disaat<br \/>menjalani hari-hari terpanas. Baca juga artikel kami: Service AC perlu banget gak sih?<\/p>\n<p>Terimakasih<\/p>\n<p>Selamat Beraktifitas.<br \/> <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan Refrigerant Freon R32 R22 dan R410A<\/p>\n<p>Apakah kalian sudah mengetahui bahwa refrigerant atau freon R22 di larang di Indonesia ? Sebagaimana peraturan pemerintah<br \/>\nmelalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan (41\/M-IND\/PER\/5\/2014), kemudian (40M-DAG\/PER\/7\/2014) dan (55\/M-<br \/>\nDAG\/PER\/9\/2014) bahwa pada tahun 2015 akan mulai berlaku implementasi HPMP (HCFC atau Hidroklorofluoro Karbon Phase-Out<br \/>\nManagement Plan).<\/p>\n<p>Pada aturan tersebut juga di tulis untuk penghapusan HCFC-22 yang biasa di kenal dengan Freon R22 pada sektor refrigerasi Air<br \/>\nConditioner. Syarat dan ketentuan impor BPO (Bahan Perusak Ozone) dan larangan impor produk yang mengandung Freon R22.<\/p>\n<p>Itu artinya, semua pabrikan AC di Indonesia DILARANG memproduksi, meng-import atau menjual AC yang masih menggunakan<br \/>\nFreon R22 mulai Januari 2015. Namun pihak Dealer atau Toko masih boleh menjual semua stok produk mereka sampai habis.<br \/>\nSedangkan untuk keperluan service perawatan, freon R22 masih boleh di gunakan sampai tahun 2030, dimana pada tahun<br \/>\ntersebut pemerintah menetapkan penghapusan freon R22 di Indonesia.<\/p>\n<p>Dari teman-teman mungkin ada yang bertanya seperti ini<\/p>\n<p>\u201cJika freon R22 di hapus, lalu apa sebagai gantinya ? Lalu bagaimana nasib kami<br \/>\nyang masih memiliki AC freon R22?\u201d<\/p>\n<p>Sebagai gantinya, mulai tahun 2015 kemaren pabrikan AC di Indonesia menggunakan 3 jenis freon. Yaitu, Refrigerant atau Freon<br \/>\nR32, R410A dan R290.<\/p>\n<p>Refrigerant R32 ditemukan oleh Daikin Jepang pada tahun 2012, dan mulai di gunakan di line-up AC mulai Tahun 2013. Jadi,<br \/>\nsemua pabrikan AC Jepang lain menggunakan freon R32 hanya me-lisensi dari Daikin.<\/p>\n<p>Refrigerant R410A yaitu khusus untuk AC yang menggunakan Technology Inverter, Daikin juga yang menemukan pertama<br \/>\nkali Technology Inverter, dan Daikin me-lisensi agar dapat digunakan ke semua brand AC di Dunia.<\/p>\n<p>Dan bagi kalian yang masih memiliki AC dengan freon R22 jangan khawatir, karena sampai saat ini untuk isi \/ tambah freon R22<br \/>\nmasih dijual dan beredar dipasaran, hanya saja harganya relatif lebih tinggi dari biasanya, disebabkan karena freon R22 semakin<br \/>\nlama semakin langka. Dengan demikian nantinya semua akan berpindah ke Freon ke R410a dan R32.<\/p>\n<p>Baca Juga : Perbedaan AC Inverter Low watt dan AC Non Inverter AC biasa<\/p>\n<p>\u201cBolehkah Freon R22 di Campur dengan R32 atau R410A ?&#8221;<\/p>\n<p>Refrigerant atau freon R22, freon R32 dan R410A TIDAK KOMPATIBEL satu dengan lainnya. Jadi, freon tidak boleh di campur<br \/>\natau di ganti jenisnya.<\/p>\n<p>Jadi, apabila freon AC habis karena kebocoran atau alasan apapun, tetap harus diisi ulang dengan tipe freon bawaan ACnya.<br \/>\nTIDAK BOLEH DICAMPUR DENGAN JENIS FREON LAINNYA.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[111,1],"tags":[113,114],"class_list":["post-1277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-uncategorized","tag-image","tag-post"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1282,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1277\/revisions\/1282"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}