{"id":1300,"date":"2021-10-05T00:00:00","date_gmt":"2021-10-05T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/index.php\/2021\/10\/05\/perbedaan-ac-inverter-low-watt-dan-ac-non-inverter-ac-biasa\/"},"modified":"2026-05-05T05:26:11","modified_gmt":"2026-05-05T05:26:11","slug":"perbedaan-ac-inverter-low-watt-dan-ac-non-inverter-ac-biasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/perbedaan-ac-inverter-low-watt-dan-ac-non-inverter-ac-biasa\/","title":{"rendered":"Perbedaan AC Inverter, Low watt, dan AC Non Inverter (AC biasa)"},"content":{"rendered":"\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ILLUSTRASI-PASANG-AC-INDOOR-15-scaled.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n<p>Perbedaan AC Inverter, Low watt, dengan AC Non-Inverter<\/p>\n<p>1. AC Inverter<\/p>\n<p>Inverter adalah alat yang berkebalikan dengan adaptor. Adaptor, bagi yang belum tahu, berguna untuk mengubah arus AC<br \/>(bolak-balik) menjadi arus DC (searah). Contoh sederhana adaptor adalah charger handphone, charger laptop, dil. Sebaliknya,<br \/>inverter mengubah arus DC menjadi arus AC. Dalam bidang elektro, inverter merupakan aplikasi rangkaian osilator daya.<\/p>\n<p>Nah secara sederhana bisa dijelaskan bahwa AC adalah salah satu peralatan rumah tangga yang paling banyak memakan<br \/>listrik. Maka jika Anda memutuskan akan memasang air conditioner (AC) di rumah, sudah sewajarnya Anda akan memilih AC<br \/>hemat listrik dan disinilah peran teknologi inverter dimanfaatkan.<\/p>\n<p>Contoh bagaimana AC inverter bekerja adalah sbb: Jika di siang hari yang panas Anda memilih suhu 25\u201d C pada AC tanpa<br \/>inverter, air conditioner otomatis akan mati sendiri ketika suhu ruangan sudah dibawah 25\u201d C, dan akan hidup lagi pada saat<br \/>suhu naik diatas 25\u201d C. Hal ini akan terus berulang dan akan menyebabkan banyak energi listrik (uang?) yang terbuang sia-sia.<br \/>Selain itu gangguan oleh adanya suara air conditioner yang hidup dan mati berulang-ulang dapat dihindari. Pada AC inverter,<br \/>dimungkinkan untuk menjaga ruangan pada suhu tertentu tanpa air conditioner harus hidup dan mati berulang-ulang.<\/p>\n<p>Kelebihan AC Inverter<\/p>\n<p>\u00ab Waktu yang lebih cepat untuk mencapai suhu ruangan yang kita inginkan.<\/p>\n<p>e &#8220;Tarikan&#8221; pertama pada listrik 1\/3 lebih rendah dibandingkan AC yang tidak menggunakan teknologi inverter.<\/p>\n<p>\u00ab Lebih hemat energi dan uang karena teknologi ini menggunakan sumber daya yang 309 lebih kecil dibandingkan AC<br \/>biasa. Beberapa merk air conditioner bahkan mengklaim dapat menghemat listrik hingga 6076 dibanding AC tanpa<br \/>inverter.<\/p>\n<p># Dapat menghindari beban yang berlebihan pada saat AC dijalankan.<\/p>\n<p>\u00ab Fluktuasi temperatur hampir tidak terjadi<\/p>\n<p>Kekurangan AC inverter<\/p>\n<p>\u00bb Watt yang di konsumsi tergantung kondisi ruang<\/p>\n<p>Harus menggunakan Pipa yang lebih tebal<\/p>\n<p>Freon yang sangat mahal<\/p>\n<p>Sering Rusak nya Main Board Dc pada Outdoor unit , jikalau di ganti harga setara ac standart<br \/>Proses pendinginan AC Inverter lebih lama daripada AC Konvensional<\/p>\n<p>2. AC Non Inverter<\/p>\n<p>Pada AC Non-Inverter atau AC konvensional kompresornya langsung beroperasi dengan kapasitas penuh pada saat switch-on.<br \/>Setelah suhu yang diperlukan itu akan mati. Ternyata lagi ketika suhu naik. Akibatnya, ada siklus on-off yang menghasilkan<br \/>tegangan puncak dan fluktuasi suhu yang lebar. Karena kompresor menyala dan mati berulang-ulang, banyak daya habis.<br \/>Selain itu, sistem ini memberikan kontribusi untuk beban yang berat. Dengan demikian AC jenis ini akan memakan banyak<br \/>listrik dan otomatis tagihan listrik pun akan membengkak.<\/p>\n<p>3. Outdoor AC Low Watt lebih berisik ya dibanding AC Inverter atau AC tipe lain?<\/p>\n<p>Nah untuk pertanyaan ini. jujur dari pengalaman kami jawaban kami adalah YA. AC Low Watt menggunakan kompressor<br \/>dengan daya lebih kecil dari AC tipe lainnya. kalaupun tidak berarti mereka memotong kinerja kompressor sehingga Watt<br \/>yang digunakan lebih rendah dari tipe standard atau tipe lainnya. Oleh karena itu Outdoor AC Low Watt menjadi lebih<br \/>berisik dibanding tipe Inverter. Hal ini berlaku untuk merk Panasonic. untuk AC Daikin sih toko kami tidak pernah menerima<br \/>complaint kalau Outdoornya berisik.<\/p>\n<p>4. Jadi kalo kinerja kompressor dipotong AC Low Watt jadi kurang dingin dong?<\/p>\n<p>AC Low Watt mungkin saja memotong kinerja kompressor. namun untuk masalah dingin kami yakin PASTI SAMA dengan<br \/>AC tipe lain kecuali AC Inverter (saya akan jelaskan di pertanyaan selanjutnya). AC Low Watt memiliki kemampuan<br \/>mendinginkan ruangan yang sama dengan AC tipe lain. hanya saja waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang<br \/>diinginkan menjadi lebih lama dibanding AC standard dengan Watt 835 versus Watt 660 untuk tipe Low Watt. karena kerja<br \/>kompressor yang tidak sekuat AC dengan Watt lebih besar.<\/p>\n<p>5. Maksudnya semua tipe AC sama dinginnya kecuali AC Inverter?<\/p>\n<p>AC Inverter menggunakan Freon R410A, AC tipe lain menggunakan Freon R22. Bedanya apa sih? Bedanya Freon R22<br \/>masih merusak Ozone. dan di negara lain sudah dilarang digunakan. di Indonesia sendiri Freon R22 harus dihentikan<br \/>penjualannya dari pabrik ke dealer pada bulan Januari 2015. namun dealer AC masih boleh menjual sisa stok sampai habis.<br \/>Freon R410A tidak merusak Ozone. tapi ada kekurangannya. Bila Angka Index dingin Freon R22 adalah 100. maka Freon<br \/>R410A hanya 92. Jadi banyak juga customer kami yang suka komplen kalau AC Inverter mereka ga sedingin AC lama<br \/>mereka yang menggunakan Freon R22. Hal ini secara scientific salah karena SEMUA pabrikan AC sudah memastikan<br \/>bahwa suhu udara yang keluar dari unit Indoor haruslah dibawah 10 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Nah yang membedakan adalah &#8220;feel&#8221; atau rasa di kulit. Karena angka index dingin Freon R410A hanya 92. makanya AC<br \/>Inverter itu TIDAK BISA membuat dingin menusuk tulang seperti AC yang menggunakan Freon R22. Ini bukan karena AC<br \/>tipe Inverter jelek. hanya karena karakteristik Freon itu sendiri yang menyebabkan hal ini bisa terjadi.<\/p>\n<p>6. Trus kalo R22 dilarang, gantinya apa dong?<\/p>\n<p>Gantinya R22 adalah R32, dimana Freon tersebut tidak merusak ozone bahkan memiliki angka index dingin 160. jadi akan<br \/>terasa jauh lebih dingin di kulit bahkan dari Freon R22. Kekurangannya adalah Freon R32 lebih mudah terbakar dibanding<br \/>R22 atau R410A. namun tidak perlu takut ataupun ragu. karena lebih mudah terbakar disini hanya beda sedikit dan sama<br \/>sekali tidak berbahaya. Daikin adalah pabrikan AC pertama di dunia yang menerapkan Freon R32 di line up AC mereka<br \/>dimulai bulan Januari 2015 di Indonesia, diikuti oleh Panasonic yang juga akan mulai menjual produk AC Split yang<br \/>menggunakan Freon R32 mulai Februari 2015.<\/p>\n<p>7. Jadi kalau pake AC Inverter pasti jadi ga bisa dingin banget dong ya?<\/p>\n<p>Untuk jawabannya, YA dan TIDAK. Ya karena memang karakteristik Freon yang menyebabkan perbedaan rasa di kulit tadi,<br \/>TIDAK karena seluruh line up AC Inverter Daikin sudah menggunakan Freon R32! Hemat listrik dan dingin menusuk tulang!<br \/>tipe ini tersedia mulai 1\/2 PK sampai 3 PK. Daikin adalah merk AC pertama di Indonesia yang menyediakan tipe Inverter<br \/>yang sudah mengaunakan Freon R32.<\/p>\n<p>8. Jadi boleh ga dirangkum kelebihan dan kekurangan AC Low Watt dan AC Inverter, terus mending pake yang<br \/>mana?<\/p>\n<p>Oke Untuk AC Low Watt:<\/p>\n<p>\u2014 Kelebihan:<\/p>\n<p>&#8211; Jauh lebih murah jauh dari AC Inveter<\/p>\n<p>&#8211; Kalau AC sering dinyala-matikan sebentar-sebentar. lebih hemat pemakaian listriknya<\/p>\n<p>&#8211; Sudah menggunakan Freon R32 untuk merk Panasonic jadi secara rasa di kulit akan lebih dingin dari AC Inverter.<br \/>Sedangkan untuk Daikin tipe Watt rendah (Standard China) menggunakan Freon R410A.<\/p>\n<p>\u2014 Kekurangan:<\/p>\n<p>&#8211; Untuk mencapai suhu yang diinginkan lebih lama dibanding AC Inverter<\/p>\n<p>&#8211; Outdoor lebih berisik dibanding tipe Inverter<\/p>\n<p>&#8211; Karena dianggap memiliki kasta dibawah tipe Inverter. teknologi yang disematkan di dalam tipe ini tidak selengkap tipe<br \/>Inverter<\/p>\n<p>&#8211; Kalau AC nyala lama lebih dari 6 jam per hari, tipe Inverter lebih hemat pemakaian listriknya<\/p>\n<p>Untuk AC Inverter:<\/p>\n<p>\u2014 Kelebihan:<\/p>\n<p>&#8211; Merupakan teknologi kekinian yang membantu menghematkan biaya listrik (jika dipakai secara tepat kapasitas : ruangan<br \/>dan benar dalam pemakaian)<\/p>\n<p>&#8211; Jauh lebih cepat mendinginkan ruangan dibandingkan tipe Low Watt<\/p>\n<p>&#8211; semakin hemat pemakaian listriknya jika dinyalakan dalam waktu lama dan hematnya pun cukup dahsyat bisa mencapai<br \/>lebih dari 2 juta Rupiah per tahun. bahkan lebih bila TDL (Tarif Dasar Listrik) di Indonesia naik terus.<\/p>\n<p>\u2014 Kekurangan:<\/p>\n<p>&#8211; Jauh lebih mahal dibandingkan tipe Low watt<\/p>\n<p>&#8211; Kalau AC sering dinyala-matikan akan lebih boros konsumsi listrik dibandingkan tipe Low Watt, dan apabila setting suhu-<br \/>nya salah. penghematannya jadi tidak berarti,<\/p>\n<p>Mau pakai yang mana? sesuaikanlah dengan bujet awal pembelian AC dan cara penggunaan AC itu sendiri, apakah sering<br \/>dinyala-matikan atau nyala sepanjang malam.<\/p>\n<p>Oke, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.<\/p>\n<p>Jangan lupa kunjungi juga artikel kami mengenai Rahasia Dibalik teknisi AC dan Strategi menghemat biaya perawatan AC ,<br \/>Isi Ulang Freon perlu gak sih? dan Perbedaan AC Inverter. Low watt dan standart <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan AC Inverter, Low watt, dengan AC Non-Inverter<\/p>\n<p>1. AC Inverter<\/p>\n<p>Inverter adalah alat yang berkebalikan dengan adaptor. Adaptor, bagi yang belum tahu, berguna untuk mengubah arus AC<br \/>\n(bolak-balik) menjadi arus DC (searah). Contoh sederhana adaptor adalah charger handphone, charger laptop, dil. Sebaliknya,<br \/>\ninverter mengubah arus DC menjadi arus AC. Dalam bidang elektro, inverter merupakan aplikasi rangkaian osilator daya.<\/p>\n<p>Nah secara sederhana bisa dijelaskan bahwa AC adalah salah satu peralatan rumah tangga yang paling banyak memakan<br \/>\nlistrik. Maka jika Anda memutuskan akan memasang air conditioner (AC) di rumah, sudah sewajarnya Anda akan memilih AC<br \/>\nhemat listrik dan disinilah peran teknologi inverter dimanfaatkan.<\/p>\n<p>Contoh bagaimana AC inverter bekerja adalah sbb: Jika di siang hari yang panas Anda memilih suhu 25\u201d C pada AC tanpa<br \/>\ninverter, air conditioner otomatis akan mati sendiri ketika suhu ruangan sudah dibawah 25\u201d C, dan akan hidup lagi pada saat<br \/>\nsuhu naik diatas 25\u201d C. Hal ini akan terus berulang dan akan menyebabkan banyak energi listrik (uang?) yang terbuang sia-sia.<br \/>\nSelain itu gangguan oleh adanya suara air conditioner yang hidup dan mati berulang-ulang dapat dihindari. Pada AC inverter,<br \/>\ndimungkinkan untuk menjaga ruangan pada suhu tertentu tanpa air conditioner harus hidup dan mati berulang-ulang.<\/p>\n<p>Kelebihan AC Inverter<\/p>\n<p>\u00ab Waktu yang lebih cepat untuk mencapai suhu ruangan yang kita inginkan.<\/p>\n<p>e &#8220;Tarikan&#8221; pertama pada listrik 1\/3 lebih rendah dibandingkan AC yang tidak menggunakan teknologi inverter.<\/p>\n<p>\u00ab Lebih hemat energi dan uang karena teknologi ini menggunakan sumber daya yang 309 lebih kecil dibandingkan AC<br \/>\nbiasa. Beberapa merk air conditioner bahkan mengklaim dapat menghemat listrik hingga 6076 dibanding AC tanpa<br \/>\ninverter.<\/p>\n<p># Dapat menghindari beban yang berlebihan pada saat AC dijalankan.<\/p>\n<p>\u00ab Fluktuasi temperatur hampir tidak terjadi<\/p>\n<p>Kekurangan AC inverter<\/p>\n<p>\u00bb Watt yang di konsumsi tergantung kondisi ruang<\/p>\n<p>Harus menggunakan Pipa yang lebih tebal<\/p>\n<p>Freon yang sangat mahal<\/p>\n<p>Sering Rusak nya Main Board Dc pada Outdoor unit , jikalau di ganti harga setara ac standart<br \/>\nProses pendinginan AC Inverter lebih lama daripada AC Konvensional<\/p>\n<p>2. AC Non Inverter<\/p>\n<p>Pada AC Non-Inverter atau AC konvensional kompresornya langsung beroperasi dengan kapasitas penuh pada saat switch-on.<br \/>\nSetelah suhu yang diperlukan itu akan mati. Ternyata lagi ketika suhu naik. Akibatnya, ada siklus on-off yang menghasilkan<br \/>\ntegangan puncak dan fluktuasi suhu yang lebar. Karena kompresor menyala dan mati berulang-ulang, banyak daya habis.<br \/>\nSelain itu, sistem ini memberikan kontribusi untuk beban yang berat. Dengan demikian AC jenis ini akan memakan banyak<br \/>\nlistrik dan otomatis tagihan listrik pun akan membengkak.<\/p>\n<p>3. Outdoor AC Low Watt lebih berisik ya dibanding AC Inverter atau AC tipe lain?<\/p>\n<p>Nah untuk pertanyaan ini. jujur dari pengalaman kami jawaban kami adalah YA. AC Low Watt menggunakan kompressor<br \/>\ndengan daya lebih kecil dari AC tipe lainnya. kalaupun tidak berarti mereka memotong kinerja kompressor sehingga Watt<br \/>\nyang digunakan lebih rendah dari tipe standard atau tipe lainnya. Oleh karena itu Outdoor AC Low Watt menjadi lebih<br \/>\nberisik dibanding tipe Inverter. Hal ini berlaku untuk merk Panasonic. untuk AC Daikin sih toko kami tidak pernah menerima<br \/>\ncomplaint kalau Outdoornya berisik.<\/p>\n<p>4. Jadi kalo kinerja kompressor dipotong AC Low Watt jadi kurang dingin dong?<\/p>\n<p>AC Low Watt mungkin saja memotong kinerja kompressor. namun untuk masalah dingin kami yakin PASTI SAMA dengan<br \/>\nAC tipe lain kecuali AC Inverter (saya akan jelaskan di pertanyaan selanjutnya). AC Low Watt memiliki kemampuan<br \/>\nmendinginkan ruangan yang sama dengan AC tipe lain. hanya saja waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang<br \/>\ndiinginkan menjadi lebih lama dibanding AC standard dengan Watt 835 versus Watt 660 untuk tipe Low Watt. karena kerja<br \/>\nkompressor yang tidak sekuat AC dengan Watt lebih besar.<\/p>\n<p>5. Maksudnya semua tipe AC sama dinginnya kecuali AC Inverter?<\/p>\n<p>AC Inverter menggunakan Freon R410A, AC tipe lain menggunakan Freon R22. Bedanya apa sih? Bedanya Freon R22<br \/>\nmasih merusak Ozone. dan di negara lain sudah dilarang digunakan. di Indonesia sendiri Freon R22 harus dihentikan<br \/>\npenjualannya dari pabrik ke dealer pada bulan Januari 2015. namun dealer AC masih boleh menjual sisa stok sampai habis.<br \/>\nFreon R410A tidak merusak Ozone. tapi ada kekurangannya. Bila Angka Index dingin Freon R22 adalah 100. maka Freon<br \/>\nR410A hanya 92. Jadi banyak juga customer kami yang suka komplen kalau AC Inverter mereka ga sedingin AC lama<br \/>\nmereka yang menggunakan Freon R22. Hal ini secara scientific salah karena SEMUA pabrikan AC sudah memastikan<br \/>\nbahwa suhu udara yang keluar dari unit Indoor haruslah dibawah 10 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Nah yang membedakan adalah &#8220;feel&#8221; atau rasa di kulit. Karena angka index dingin Freon R410A hanya 92. makanya AC<br \/>\nInverter itu TIDAK BISA membuat dingin menusuk tulang seperti AC yang menggunakan Freon R22. Ini bukan karena AC<br \/>\ntipe Inverter jelek. hanya karena karakteristik Freon itu sendiri yang menyebabkan hal ini bisa terjadi.<\/p>\n<p>6. Trus kalo R22 dilarang, gantinya apa dong?<\/p>\n<p>Gantinya R22 adalah R32, dimana Freon tersebut tidak merusak ozone bahkan memiliki angka index dingin 160. jadi akan<br \/>\nterasa jauh lebih dingin di kulit bahkan dari Freon R22. Kekurangannya adalah Freon R32 lebih mudah terbakar dibanding<br \/>\nR22 atau R410A. namun tidak perlu takut ataupun ragu. karena lebih mudah terbakar disini hanya beda sedikit dan sama<br \/>\nsekali tidak berbahaya. Daikin adalah pabrikan AC pertama di dunia yang menerapkan Freon R32 di line up AC mereka<br \/>\ndimulai bulan Januari 2015 di Indonesia, diikuti oleh Panasonic yang juga akan mulai menjual produk AC Split yang<br \/>\nmenggunakan Freon R32 mulai Februari 2015.<\/p>\n<p>7. Jadi kalau pake AC Inverter pasti jadi ga bisa dingin banget dong ya?<\/p>\n<p>Untuk jawabannya, YA dan TIDAK. Ya karena memang karakteristik Freon yang menyebabkan perbedaan rasa di kulit tadi,<br \/>\nTIDAK karena seluruh line up AC Inverter Daikin sudah menggunakan Freon R32! Hemat listrik dan dingin menusuk tulang!<br \/>\ntipe ini tersedia mulai 1\/2 PK sampai 3 PK. Daikin adalah merk AC pertama di Indonesia yang menyediakan tipe Inverter<br \/>\nyang sudah mengaunakan Freon R32.<\/p>\n<p>8. Jadi boleh ga dirangkum kelebihan dan kekurangan AC Low Watt dan AC Inverter, terus mending pake yang<br \/>\nmana?<\/p>\n<p>Oke Untuk AC Low Watt:<\/p>\n<p>\u2014 Kelebihan:<\/p>\n<p>&#8211; Jauh lebih murah jauh dari AC Inveter<\/p>\n<p>&#8211; Kalau AC sering dinyala-matikan sebentar-sebentar. lebih hemat pemakaian listriknya<\/p>\n<p>&#8211; Sudah menggunakan Freon R32 untuk merk Panasonic jadi secara rasa di kulit akan lebih dingin dari AC Inverter.<br \/>\nSedangkan untuk Daikin tipe Watt rendah (Standard China) menggunakan Freon R410A.<\/p>\n<p>\u2014 Kekurangan:<\/p>\n<p>&#8211; Untuk mencapai suhu yang diinginkan lebih lama dibanding AC Inverter<\/p>\n<p>&#8211; Outdoor lebih berisik dibanding tipe Inverter<\/p>\n<p>&#8211; Karena dianggap memiliki kasta dibawah tipe Inverter. teknologi yang disematkan di dalam tipe ini tidak selengkap tipe<br \/>\nInverter<\/p>\n<p>&#8211; Kalau AC nyala lama lebih dari 6 jam per hari, tipe Inverter lebih hemat pemakaian listriknya<\/p>\n<p>Untuk AC Inverter:<\/p>\n<p>\u2014 Kelebihan:<\/p>\n<p>&#8211; Merupakan teknologi kekinian yang membantu menghematkan biaya listrik (jika dipakai secara tepat kapasitas : ruangan<br \/>\ndan benar dalam pemakaian)<\/p>\n<p>&#8211; Jauh lebih cepat mendinginkan ruangan dibandingkan tipe Low Watt<\/p>\n<p>&#8211; semakin hemat pemakaian listriknya jika dinyalakan dalam waktu lama dan hematnya pun cukup dahsyat bisa mencapai<br \/>\nlebih dari 2 juta Rupiah per tahun. bahkan lebih bila TDL (Tarif Dasar Listrik) di Indonesia naik terus.<\/p>\n<p>\u2014 Kekurangan:<\/p>\n<p>&#8211; Jauh lebih mahal dibandingkan tipe Low watt<\/p>\n<p>&#8211; Kalau AC sering dinyala-matikan akan lebih boros konsumsi listrik dibandingkan tipe Low Watt, dan apabila setting suhu-<br \/>\nnya salah. penghematannya jadi tidak berarti,<\/p>\n<p>Mau pakai yang mana? sesuaikanlah dengan bujet awal pembelian AC dan cara penggunaan AC itu sendiri, apakah sering<br \/>\ndinyala-matikan atau nyala sepanjang malam.<\/p>\n<p>Oke, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.<\/p>\n<p>Jangan lupa kunjungi juga artikel kami mengenai Rahasia Dibalik teknisi AC dan Strategi menghemat biaya perawatan AC ,<br \/>\nIsi Ulang Freon perlu gak sih? dan Perbedaan AC Inverter. Low watt dan standart<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[111,1],"tags":[113,114],"class_list":["post-1300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-uncategorized","tag-image","tag-post"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1300"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1302,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1300\/revisions\/1302"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/preview.mikropress.id\/symphonyac\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}